Kali ini Novri Akan Memposting cerita rakyat Bengkulu selatan yang berasal dari sebuah desa - Desa tanjung tebat kec.bunga mas kab.bengkulu selatan ..mari kita sama-sama simak ceritanya
ASAL-MULA BUAYA PISANG EMAS

ASAL-MULA BUAYA PISANG EMAS
Sekitar tahun 1835, ada buaya sulaw menikah dengan orang Riak.Di Riak berkonsultasi orang Riak dengan orang sulaw dan setelah zaman gaib (kerajaan). Mereka menjadi salah satu pengikut ajaran Nabi Muhammad saw, karena mereka sudah melenceng dari ajaran Nabi Muhammad,ia di buang oleh Nabi Muhammad ke air jadi buaya dan apabila di darat jadi harimau. Orang yang di buang oleh Nabi muhammad jadi buaya merantau ke Riak, orang yang menjadi buaya yang merantau ke Riak bernama buaya Palak Dalung.
Setelah menikah mereka tinggal di Desa Kedurang dan mempunyai dua orang anak,yaitu satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. di saat bahagia itu istrinya meninggal . mereka tetap merasa senang meski ibu mereka sudah tidak ada. Ayah ini sangat menyayangi kedua anaknya itu, karena ayahnya sangat menyayangi anaknya itu ayahnya selalu memenuhi semua keinginan kedua anaknya . Suatu hari ayahnya menderita penyakit kusta yang sudah sangat parah dan sangat mudah menular kepada orang lain. Sehingga ayahnya diusir dari desa tersebut karena warga takut tertular oleh penyakitnya itu.
Karena warga sudah sangat khawatir dengan penyakitnya yang semakin parah, maka warga sepakat untuk membuatkannya sebuah gubuk ditepi sawah yang jauh dari pedesaan. Anak perempuannya sangat menyayangi ayahnya itu sehingga ia selalu mengatarkan makanan untuk ayahnya itu tanpa ragu akan tertular penyakit yang diderita ayahnya tersebut. Sedangkan anak laki-lakinya tidak mau menemui ayahnya karena takut tertular oleh penyakit ayahnya, ia tidak peduli dengan keadaan ayahnya malah ia lebih memihak kepada warga untuk mengusir dan tidak boleh menemui ayahnya itu padahal didalam hatinya ia sangat sayang kepada ayahnya. Tapi ia terpaksa menghindari ayahnya dikarena ia khawtir akan tertular penyakit ayahnya.
Setiap pagi dan sore hari anak perempuannya itu tidak pernah lupa mengantarkan makanan untuk ayahnya.Ia selalu merawat ayahnya, setelah menghantarkan makanan ia langsung pulang kerumahnya.
Waktu terus berlalu dan kebiasaan anak perempuanya selalu berjalan seperti biasanya.Ayahnya merasa sedih karena setiap kali anak perempuannya mengantarkan makanan, anak laki-laki tidak pernah ikut untuk melihat keadaan ayahnya.
Karena ayahnya sudah sangat rindu pada anak laki-lakinya itu,maka ayahnya berpesan pada anak perempuanya untuk menyuruh anak laki-lakinya datang menjenguk ayahnya walau hanya sebentar, setelah mendengar pesan dari ayahnya itu ia langsung pulang ke rumah. Setibanya di rumah ia langsung menyampaikan pesan dari ayahnya tadi kepada adiknya.
“Sebaiknya kamu menengok ayah,” kata kakaknya itu.
“Saya tidak mau, karena penyakit ayah itu nanti bisa menular kepadaku.”Jawab adiknya.
“Sekarang kamu lihat kakak, selama ini kakak selalu menjenguk ayah tapi kakak tidak tertular penyakit ayah.”jawab kakak dengan nada sedikit membentak.
“Pokoknya saya tetap tidak mau.”jawab sang adik sambil pergi meninggalkan kakanya.
Kakaknya menangis melihat sikap adiknya yang tidak mau menjunguk ayahnya, sedangkan penyakit ayahnya itu sudah semakin parah bahkan sekarang tubuh ayahnya mulai timbul sisik. Malam itu kakaknya bingung bagaimana cara menyampaikan kalau adiknya itu tidak mau menjenguk ayahnya karena takut tertular.
Keesokan harinya ia datang lagi ke gubuk tempat ayahnya. Ia kaget karena tiba-tiba sang ayah menanyakan adiknya.
“Mana adikmu ?”tanya ayah.
“Eemmm..”jawab anaknya dengan sedikit terbata-bata.
“Apa adikmu tidak mau menjenguk ayah karena takut tertular penyakit ayah ini ?”tanya ayah sedikit kecewa.
“Tidak yah, adik tidak bisa datang karena adik sedang ada urusan.”jawab anaknya itu.
Setelah mendengar penjelasan dari anaknya itu, ayahnya menyuruhnya pulang ke rumah karena hari sudah sore.Lalu anaknya itu langsung pamit kepada ayahnya itu untuk pulang.
Pada hari itu,seperti biasanya ia selalu mengantarkan pada ayahnnya. Dari kejauhan saat perjalanan menuju gubuk tempat ayahnya tinggal selama ini ia melihat gubuk berserta sawah di sekitarnya sudah terendam air. Ia kaget karena melihat ayahnya melihat tubuh ayahnya di penuhi sisik dan melihat ayahnya melambaikan tangan kearahnya. Lalu ayahnya memanggil anak perempuannya dan perpesan, anak perempuan itu tidak boleh jahat kepada saudara laki-laki dan sebaliknya anak laki-laki tidak boleh jahat kepada saudara perempuan agar hidup lebih bahagia dan dapat mencapai semua yang di inginkan.Setelah menyampaikan pesan kepada anaknya, ayahnya pun tenggelam dan berubah menjadi buaya pisang emas.Anak perempuannya merasa sangat sedih dan bergegas pulang untuk memberitahu kepada adiknya mengenai kaadaanya ayahnya.
“Adik,,, ayah kita sudah bersisik dan berubah menjadi buaya,,,” kata kakaknya
“Kenapa bisa terjadi kak,,,??” tanyanya
“kakak juga kurang tahu dik,,, karena sesampainya di tempat gubuk ayah,,,tubuh ayah sudah di penuhi sisik dan tempat gubuknya sudah terendam air,,,”jawab kakaknya.
Mendengar cerita dari kakaknya ia langsung pergi meninggalkan kakaknya karena ia sangat merasa bersalah dan menyesal.
Buaya Palak Dalung di bunuh oleh pengghuni sungai Muara Musi yang bernama buaya singaragu. Buaya singaragu menjadi penjaga sungai Muara Musi, palembang. Setelah buaya Palak Dalung mati raga beliau di buat jeghangkang lampu oleh orang palembang. Dan pada saat itu ada orang sulawangi merantau ke Palembang.
“ Kalu kamu orang sulawangi,Padang Guci. Kalau kamu pulang kesulawangi aku ingin berpesan?” kata orang palembang.
“ Pesan apa,,?” jawab orang sulaw.
“ Pesan aku, kata buaya Palak Dalung. Buaya Palak Dalung jangan di cari karena ia sudah mati di bunuh buaya singaragu di sungai Muara Musi, dan pati jangn di balas.”Pesan buaya Palak dalung.
Buaya Riak dengan buaya sulaw bersepakat ingin Balas Pati(balas dendam). Mereka menyuruh buaya pisang emas dan raja sulaw untuk Balas Pati dan langsung pergi ke sungai Muara Musi dengan membawa senjata SKEN.Setelah sampai ke Palembang, buaya Pisang Emang memandangi di sekeliling sungai Muara Musi.Di lihatnya bahwa buaya singaragu tetap menjadi penjaga di muara tersebut. Dan buaya Pisang Emas mencari akal untuk melewai buaya singaragu tanpa sepengetahuan, buaya pisang emas pergi ke sungai Musi, ia mencari kelapa yang jatuh ke sungai Muara Musi. Setelah lama mencari akhirnya buaya Pisang Emas menemukan pohon kelapa dan segerah ia menaiki pohon kelapa itu. Ia mencari kelapa yang sudah bekas gigitan tupai, ia langusng masuk kedalam kelapa tersebut dan di ptongnya tangkai kelapa itu, langsung jatuh ke Sungai Muara Musi dan hanyut kesungai.
Kelapa yang di naiki buaya pisang emas masuk ke perut buaya Singaragu.Setelah di dalam perut buaya Singaragu, buaya Pisang Emas keluar dari kelapa yg di tumpanginya ttersebut.Buaya Pisang Emas memotong perut buaya singaragu dengan senjata SKEN.
Dan di potongnya lagi jantung buaya singaragu, ia langsung membantingkan badannya sehinggah dia mati.
Setelah buaya singaragu mati sungai Muara Musi it mengecil seketika. Dan buaya Pisang Emas keluar dari perut buaya singaragu, ia langsung pulang kesulawangi. Setelah sampai di sulaw ia melaporkan bahwa ia sudah berhasil membunuh buaya singaragu dengan senjata SKEN.
Buaya Pisang Emas melapor dengan Raja sulaw yang bernama buaya Ikur Kutung. Raja tersebut memangil seluruh buaya yang ada di Riak untuk datang ke sulaw untuk berkonsultasi kalau ada orang palembang ingin Balas Pati di sulaw, kita harus menjaga posisi dan mengatur siapa yang jaga di sana dan siapa jaga di sini. Mereka bersepakat membuat penjara di sungai Mertam, dan menjadi tempat buangan pertama.Yang menjadi penghuni buangan pertama itu adalah buangan yang paling jahat, musuhnya ada di Larai dan tepatnya penjara itu ada di sungai Larai.Ada 2 ekor buaya yang menjaga penjara tersebut, satu buaya jaga di kiri dan satu buaya jaga di kanan.
Buaya Pisang Emas menjaga di Muara Kedurang, dan apabila ada musuh datang dari Palembang, mau tidak mau harus di bunuh oleh buaya Pisang Emas. Buaya pisang Emas sering berubah wujud menjadi ikan besar, setelah berubah wujud ikan besar ia keluar dari air Sebiris dan masuk ke Muara kedurang. Ketika air kedurang membendung itu tandanya buaya pisang Emas sedang berubah wujud menjadi ikan besar, ia mencari musuh yang akan datang . Apabila busuhnya tidak ada buaya pisang Emas masuk kembali ke air Sebiris, dan air Muara Kedurang seketika langsung mengecil. Itu tanda kalau buaya pisang Emas lagi berada di air sebiris.
Orang sulawangi yang menyampaikan pesan buaya Palak Dalung, di palembang. Setelah sampai di sulaw ,.
“ Keluarlah seluruh buaya sulaw aku ingin menyampaikan pesan, bahwa buaya palak Dalung mati di bunuh buaya singaragu di palembang.” Kata orang sulaw.
Dan mendengar teriakan orang sulaw, seluruh buaya muncul di permukaan air.Itu tanda bahwa buaya sulaw sudah menerima pesan tersebut.Buaya sulaw meminta agar orang yang menyampaikan pesan untuk mendekat di pinggir air.Tiba- tiba ada seekor buaya yang menyambar orang yang menyampaikan pesan tersebut, dan di bawanya ke Istana di dalam muara 3 air sulaw. Setelah sampai di istana ia langsung menyampaikan pesan. Dan seluruh buaya sulaw itu membayar jasa kepada orang yang menyampaikan pesan tersebut, Buaya sulaw memberikan umbi kunyit.Ia tidak ingin menerima umbi kunyit, ia berkata umbi kunyit kami banyak. “ Pokoknya ambillah ini,dan ini bukti kami sudah menerima pesan. ia berinisiatif mengambil kunyit itu satu potong.
Buaya sulaw mengantar orang yang menyampaikan pesan untuk keluar dan sampai di daratan.Orang tersebut langsung pulang ke sulawangi, dan setelah di lihat di rumah teryata kunyit yang di berikan buaya sulaw itu adalah emas bukanya kunyit.Setelah kejadian tersebut buaya itu di beri julukan buaya Pisang Emas.yang menjadi penghuni di perbatasan muara kedurang dengan laut
Menurut anak cucu buaya pisang emas,ia perpesan, jika pada saat akan menyeberangi air besar maka minumlah air tegukan lalu berkata ”nenek numpang lewat” maka anak cucunya bisa menyeberangi air besar. Dan apabila orang sulawangi ingin mengadakan hajatan sebesar- besarnya bawalah alat bubu di rendamkan ke air sulaw dan seluruh buaya jadi sapa kami. Maka sebesar – besar apapun hajatan akan terapung dengan rezeki ikan dan udang. Dan setelah pada tahun itu buaya sulaw dengan buaya Riak selalu berkonsultasi. Tidak ada satupun orang Palembang untuk balas Pati dan bila mana ada orang palembang mandi air kedurang tetap akan mati juga karena itu sudah menjadi sejarah sampai sekarang.
Sekian Cerita dari Saya ...Untuk Memperbaiki Kesalahan tulisan Maupun Lisan Saya mengharapkan Kritik Dan Saran Dari Anda
Info Profil

post
BalasHapusngag jelas beritanya sulau itu desa dijalan lintas,,sedangkan kedurang itu desa masuk dalam dan bau
BalasHapus